pasang iklan

Jabat Ketua, Elizabet Kafiar Ingin STKIP Biak Jadi Lembaga Unggul

BIAK NUMFOR, JAGAPAPUA.COMElizabet Kafiar resmi menjabat sebagai Ketua Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) untuk periode 2021-2024 melalui Rapat Senat Terbuka yang digelar pada Rabu (4/8). Dalam keterangannya kepada awak media, Elizabet Kafiar bertekad untuk mewujudkan STKIP Biak menjadi sekolah tinggi yang unggul di bidang pendidikan di wilayah Indonesia timur.

“Visi utama saya pada tahun 2025, Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) ini menjadi sekolah keguruan di wilayah Indonesia Timur yang unggul dalam menghasilkan lulusan yang berkualitas,” ujarnya.

Elizabet menyampaikan bahwa untuk mewujudkan hal tersebut, program kerja prioritasnya adalah untuk melakukan akreditasi 3 program studi yang ada. Menurutnya, hal itu mendesak dilakukan karena akreditasi 3 program studi tersebut telah berakhir pada 2019 lalu.

“Untuk visi saya ke depan, yang paling pertama itu prioritas di sini, bagaimana nanti ke depan kita utamakan kampus ini harus akreditasi. Karena untuk saat ini tiga program studi statusnya masih akreditasi C dengan status tahun 2019, itu sudah kadaluarsa. Jadi sekarang ini tugas utama kami untuk program kerja ke depan itu yang pertama itu kita harus utamakan kampus ini untuk akreditasi untuk 3 Prodi,” tambahnya.

Selain akreditasi program studi, ia berencana untuk memperbaiki akreditasi institusi pada tahun berikutnya. Elizabet menambahkan, STKIP Biak saat ini memiliki 3 prodi yaitu Prodi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Pendidikan Matematika dan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan yang saat masih terdaftar dengan status akreditasi C.

Lebih lanjut, Elizabet menargetkan untuk memiliki mitra pengembangan SDM dan bekerja sama dalam memfasilitasi lulusan STKIP untuk dapat melanjutkan ke jenjang Strata 2 (S2). Ia berharap pasca studi S2 kelak, para lulusan STKIP itu akan kembali mengabdikan ilmunya untuk memajukan STKIP BIAK. Hal itu menurutnya menjadi strategi yang akan dijalankan dalam upaya penguatan sumber daya manusia (SDM) STKIP Biak

Selain itu, Elizabet berharap dukungan Pemerintah Kabupaten Biak Numfor untuk STKIP Biak agar mampu mencetak generasi pendidik yang berkualitas dan berdampak positif terutama bagi masa depan Biak Numfor.

“Sejak 2019 yang saya lihat sampai saat ini untuk pemerintah Biak Numfor tidak pernah terlibat, artinya tidak pernah membuka mata bahwa di pertengahan kota ini ada satu sekolah yang di mana sekolah itu untuk menyiapkan SDM tapi tidak pernah ada kontribusi (Pemkab Biak). Untuk itu, harapan saya bisa ada mitra,” jelasnya.

Elizabet juga menyampaikan kondisi STKIP Biak masih harus berjuang dengan keterbatasan yang ada. Ia mengatakan, untuk penggajian dosen masih tergantung kepada mahasiswa yang membayar biaya kuliah.

“Kalau kita melihat ke sini, maju itu tergantung dari mahasiswanya karena SPP dan segala sesuatu itu baru nanti dibiayai untuk biaya hidup dosen dan lain-lain. Seandainya mahasiswa tidak bayar dengan baik itu dosen tidak terima gaji,” ujarnya.

Diketahui Elizabet merupakan Ketua STKIP perempuan pertama yang terpilih. Hal ini tentu menjadi motivasi tersendiri bagi perempuan-perempuan Papua untuk terus maju dan berdaya memajukan Tanah Papua. Ia berpesan, agar semua perempuan Papua terus memiliki harapan untuk maju, terus meningkatkan kualitasnya dan mencapai cita-citanya di masa depan.

“Dalam lingkungan yayasan ini, pertama kali saya dipilih sebagai ketua STKIP. Saya berpikir bahwa jangan kita berpikir, kita perempuan tidak bisa, karena saat ini itu sudah berubah yang dulu kan orang tua berkata bahwa kita itu perempuan toh jadi tidak bisa bikin apa-apa cukup kita di dapur. Tapi hari ini tuh kita sama seperti laki-laki, saya bilang sama karena kita sama-sama cari kerja. Posisi kita itu sama tidak ada yang bilang laki-laki lebih dan perempuan rendah. Jadi saya mau pesan untuk perempuan yang ada di luar sana bahwa kualitas diri kita harus dijaga,” ungkapnya.

Menurut Elizabet saat ini sudah banyak perempuan Papua yang bekerja secara profesional. Bahkan sudah terbukti ada yang menjadi Menteri. Oleh karena itu, ia menekankan bahwa anak-anak perempuan dan perempuan Papua harus dapat menyelesaikan pendidikan tinggi dan terus meningkatkan kualitas diri di berbagai bidang. (Uma)

Share This Article

Related Articles

Comments (174)

Leave a Comment

Liputan Video

Video Lainnya

Daftar

Gallery