pasang iklan

RS Papua Barat Tutup Sementara Layanan RT PCR Pelaku Perjalanan

MANOKWARI, JAGAPAPUA.COM - Akibat persedian BMHP reagen yang menipis, Rumah Sakit Provinsi Papua Barat menghentikan sementara layanan pemeriksaan real time polymerase chain reaction (RT-PCR) bagi pelaku perjalanan. Hal itu mulai dilakukan sejak Kamis (29/7). Para pelaku perjalanan disarankan menggunakan bukti pemeriksaan Antigen dari Manokwari.

Direktur Rumah Sakit (RS) provinsi Papua Barat dokter Arnold Tiniap mengatakan reagen merupakan bahan pereaksi kimia yang digunakan untuk melakukan pemeriksaan RT-PCR. Karena persediaan menipis maka cadangan yang ada diprioritaskan bagi pemeriksaan warga dan keperluan tracing mengingat penyebaran virus Corona kini semakin masif di Manokwari.

"Cadangan BMHP reagen sebagai pereaksi kimia pemeriksaan RT-PCR mulai menipis, sehingga kami putuskan tutup sementara bagi pelaku perjalanan. Bahan yang ada, kita konsentrasikan untuk memeriksa warga yang bergejala dan punya kontak erat dengan pasien positif," jelas dokter Arnold Tiniap.

Menurut Tiniap, cadangan reagen yang ada saat ini diperkirakan hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan selama 10 hari ke depan. Ia mengatakan cadangan reagen saat ini sekitar 2.000 lebih. Sedangkan pemesanan belum bisa dilakukan karena menunggu anggaran dalam perubahan APBD tahun ini.

Atas kondisi tersebut, Tiniap mengatakan telah mengirimkan surat kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana dan Kementerian Kesehatan RI untuk membantu mengatasi kekosongan reagon di RS Papua Barat. Menurutnya, persediaan semakin menipis dikarenakan adanya lonjakan kasus Covid-19 di Papua Barat sejak Juni lalu.

"Sejak awal cadangan BMHP reagen di RS Papua Barat sudah dipesan untuk keperluan hingga bulan Desember, namun peningkatan kasus sejak Juni lalu sehingga pemakaian BMHP pun meningkat dan mulai menipis sebelum bulan Desember," ujarnya. (UWR)

Share This Article

Related Articles

Comments (0)

Leave a Comment

Liputan Video

Video Lainnya

Daftar

Gallery